Lampung Barat-Cahayaselatan.com Masalah pembuangan sampah sembarangan di sepanjang jalan Pekon Lombok, Kecamatan Lumbol Seminung Lampung Barat, menjadi sorotan setelah oknum masyarakat tetap membuang sampah meski sudah disediakan fasilitas pembuangan akhir. Di tengah keresahan warga, konten kreator asal Kecamatan Lumbok Seminung hadir dengan pendekatan kreatif guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Rabu 5 Februari 2025.
Pembuangan sampah sembarangan di pinggir jalan Pekon Lombok ini tidak hanya mengganggu keindahan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah lingkungan yang lebih besar, seperti pence maran dan berkembangnya penyakit. Meskipun tempat pembuangan sampah akhir telah tersedia, beberapa individu masih enggan memanfaatkannya.
Konten kreator dari Lumbok Seminung, yang dikenal karena kreativitasnya dalam mengedukasi masyarakat lewat media sosial, berinisiatif untuk membuat kampanye menarik guna mengubah kebiasaan buruk ini. Melalui video edukasi yang diunggah di platform-platform media sosial, mereka menyampaikan pesan penting tentang dampak pembuangan sampah sembarangan serta solusi yang bisa diterapkan.
“Sampah yang dibuang sembarangan dapat merusak lingkungan kita. Melalui konten yang kami buat, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan, dengan memanfaatkan tempat pembuangan sampah yang sudah ada,” ujar salah satu konten kreator Lumbok Seminung.
Para kreator ini juga berharap sejumlah tokoh masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam video tersebut, memberikan contoh nyata dan edukatif bagi masyarakat luas. Kampanye ini pun mendapatkan sambutan positif dari warga Pekon Lombok yang berharap bisa lebih tertib dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan.
Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, seperti kreativitas dari konten kreator lokal, masyarakat dapat lebih mudah diajak untuk sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman untuk semua.
(Reko)














