BKSDA Ungkap Detik-Detik Warga Palu Tangkap Buaya ‘Legendaris’ Berkalung Ban

Senin, 7 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga tangkap buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulteng (Sumber: Detiknewscom)

Foto: Warga tangkap buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulteng (Sumber: Detiknewscom)

CahayaSelatan.com, Palu – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengungkap detik-detik warga menangkap buaya berkalung ban yang legendaris di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). BKSDA lalu memastikan tak ada warga yang luka karena menangkap buaya.

“Laporan staf saya sejauh ini tidak ada warga yang terluka,” kata Kepala BKSDA Sulteng Haruna kepada wartawan, Senin (7/2/2022).

Buaya ini dilaporkan ditangkap oleh warga bernama Hili sekitar pukul 20.00 Wita yang mana warga segera melepaskan ban yang melingkar di leher buaya legendaris itu sejak lama. Haruna pun bersyukur tak ada warga yang terluka saat menangkap dan melepaskan ban di leher buaya.

“Itu berarti tingkat kesadaran untuk penyelamatan satwa liar di Sulawesi Tengah ini masih tinggi,” kata Haruna.

Haruna menyebut masyarakat juga tercatat tak ada yang pernah berkonflik dengan buaya atau satwa liar lainnya. Hal itu dinilai menjadi faktor yang membuat buaya menjadi jinak saat warga menangkapnya.

“Kan tidak pernah diganggu, orang dia kalau berjemur buaya itu santai saja di situ dan warga tidak pernah ganggu,” katanya.

Haruna lau menyinggung bahwa sejumlah orang luar Sulteng termasuk bule pawang buaya asal Australia Matt Wright pernah mencoba menangkap untuk melepaskan ban di kalung buaya. Namun upaya itu tak berhasil dan hari ini warga setempat berhasil melakukannya.

“Waktu saya dilantik saya datangkan dari Australia Mr Matt tapi belum berhasil karena menangkap begituan tidak mudah karena bukan kita mau bunuh kita mau selamatkan tapi tetap tidak berhasil,” kata Haruna.

“Tapi hari ini warga di sini berhasil melakukannya, mungkin karena sudah terbiasa karena saya sendiri Kepala BKSDA takut saya, aduh tapi masyarakat sini mereka bisa,” kata Haruna lagi.

Kini buaya itu masih dalam penanganan BKSDA Sulteng. Pihak BKSDA hendak meastikan buaya itu tak terluka sebelum dilepasliarkan atau dirawat pihaknya.

“Kita mau cek dulu apakah terluka atau tidak, kita mau ukur dulu,” katanya. (DNc/Red)

Berita Terkait

Pimpin Rapat, Ade Putra Martabaya Pastikan Pawai HUT RI Ke-81 di OKU Selatan Berjalan Lancar
BBWS Paparkan Rencana Bendungan Danau Ranau, Pemkab OKU Selatan Sambut Baik
Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun
Presiden Perintahkan BGN Mengkaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG
Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Bupati OKU Selatan Buka Secara Resmi Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kepala Kampung Bali Sadhar Utara Apresiasi Polres Way Kanan Atas Penghargaan yang Diberikan
Polres Pesibar Tangkap Pria Pelaku Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Pimpin Rapat, Ade Putra Martabaya Pastikan Pawai HUT RI Ke-81 di OKU Selatan Berjalan Lancar

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:42 WIB

BBWS Paparkan Rencana Bendungan Danau Ranau, Pemkab OKU Selatan Sambut Baik

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:45 WIB

Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:49 WIB

Presiden Perintahkan BGN Mengkaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru