OKU Selatan_cahayaselatan.com
Kekecewaan warga Desa Negeri Batin, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan diduga memuncak. Pasalnya jalan rabat beton di kawasan Talang Eran menuju areal perkebunan yang baru dibangun sekitar satu bulan lalu, kini sudah mulai mengalami penurunan kualitas.
Jalan tersebut merupakan akses utama dan urat nadi perekonomian warga menuju lahan perkebunan. Namun berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, permukaan jalan sudah mulai berdebu dan mengalami kerusakan di beberapa titik. Warga khawatir jalan tersebut tidak akan bertahan lama.
“Baru sekitar satu bulan dibangun, jalannya sudah mulai berdebu dan sebagian permukaannya terasa lembut. Kami khawatir jalan ini tidak akan bertahan lama, padahal sangat penting bagi masyarakat yang setiap hari menuju kebun,” ujar salah seorang warga, Senin (4/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jalan tersebut dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Menurut salah seorang perangkat desa, dalam Rencana Anggaran Biaya atau RAB tercantum kebutuhan semen sebanyak 175 sak. Sementara realisasi di lapangan menurut pengakuan perangkat desa tersebut hanya sekitar 88 sak.
Berbeda dengan itu, saat dikonfirmasi awak media pada Senin (3/8/2026), Kepala Desa Negeri Batin menyatakan semen yang dibelinya sebanyak 95 sak dengan pagu anggaran sebesar Lima Puluh Enam juta rupiah
“Semennya saya belikan 95 sak,” ujar Kades singkat.
Adanya selisih antara data RAB, pengakuan perangkat desa, dan pernyataan kepala desa menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai kondisi jalan yang cepat rusak perlu ditelusuri penyebabnya secara menyeluruh.
Kades menyampaikan kepada awak media Silakan Dilaporkan Jika Ada Dugaan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Negeri Batin juga membenarkan bahwa pembangunan jalan tersebut telah selesai. Ia mengaku tidak keberatan jika persoalan ini dilaporkan ke pihak berwenang.
“Jalan sudah saya bangun dan sekarang terserah kepada masyarakat, perangkat desa ataupun media. Mau diadukan silakan, mau dilaporkan juga silakan,” katanya.
Masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten OKU Selatan, Dinas PMD, serta aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan diminta mencakup kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, penggunaan material, dan pengelolaan Dana Desa pada proyek tersebut.
Warga meminta dugaan permasalahan ini diusut tuntas. Jika ditemukan pelanggaran, diproses sesuai hukum. Jika tidak ada pelanggaran, hasil pemeriksaan diharapkan memberi kepastian kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Team)

















