Terkendala Aturan Seorang Siswa di Lumbok Seminung Terancam Putus Sekolah

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat-Cahayaselatan.com Seorang anak di kecamatan Lumbok seminung harus mengubur mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah di keluarkan dari sekolah tempat ia mendaftar.

Sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung Rahmat tiba-tiba di keluarkan dari sekolah.

Kenyataan pahit ini harus diterima (Rh) karena dinyatakan tidak lulus,meski sebelumnya dinyatakan lulus dan sempat mengikuti kegiatan (MPLS) di sekolah tersebut.

Darsa kakek (Rh)menjelaskan”Cucu saya mendaftar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lumbok Seminung dan diterima,”kata Darsa.

“Tapi setelah mengikuti (MPLS) dan kegiatan belajar selama dua Minggu,saya di panggil pihak sekolah dan di jelaskan bahwa cucu saya untuk istirahat dulu sekolahnya.”lanjut Darsa.

“Keterangan pihak sekolah usia cucu saya sudah lebih lima bulan dan pihak sekolah menyarankan untuk merubah identitas agar usia cucu saya lebih muda.”tegas Darsa.

“Kami ini orang susah jadi bingung gimana mau ngurusin untuk merubah identitas.”keluh Darsa

Setelah cucunya (Rh) dikeluarkan dari sekolah cucunya menjadi seperti orang frustasi.

Kegiatan (Rh) saat ini setiap hari mancing di danau.Sebagai kakek Darsa sangat kasian dan menghawatirkan cucunya tersebut.

Darsa berharap pada pihak terkait dan pemangku kepentingan ada solusi bagi cucunya mengingat cucunya sangat ingat sekolah seperti anak-anak lainnya.

Kepala SMP Negeri 1 Lumbok Seminung, Penti Maharani, melalui sambungan telepon membenarkan bahwa salah satu siswa yang mendaftar di sekolahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Iya benar, ada siswa yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena usianya lebih lima bulan,” kata Penti, Senin (28-7-2025).

Penti menjelaskan, sebelum MPLS pihaknya sudah menyampaikan agar RS untuk tidak dulu masuk sekolah sebelum ada titik terang.

“Kami sudah koordinasi ke dinas dan di arahkan untuk mendaftar ke Sekolah paket Kesetaraan Belajar yang ada di Pekon Empulau Ulu, Kecamatan Balik Bukit,” terang Penti.

“Kami juga sangat ingin menerima siswa tersebut terlebih semangatnya juga luar biasa, namun kami juga tidak bisa berbuat banyak karena aturannya begitu. Kasihan nanti sudah sekolah tapi tidak terdata di Dapodik,” tegas Penti.

Menurut Penti, jika nanti memang ada solusi dari pemerintah permasalahan tersebut pihaknya terbuka menerima siswa tersebut untuk sekolah di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung. (Reko)

Berita Terkait

Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun
Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Polres Pesibar Tangkap Pria Pelaku Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas
Sasar Pekon Sukamaju dan Lombok KKN UGM Bawa Misi Kedaulatan Pangan ke Lampung Barat
Aparat dan Warga Pekon Lumbok Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan Way Pala
Dari Alam ke Pertanian, Pesona Lumbok Seminung Masuk Layar Trans7
Sebagian Masyarakat Lumbok Seminung Kembangkan Budidaya Kakao, Alpukat dan Pisang
Bupati Parosil Lepas Keberangkatan 207 Jamaah Calon Haji Dari Lampung Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:45 WIB

Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 29 Juni 2026 - 05:26 WIB

Polres Pesibar Tangkap Pria Pelaku Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:06 WIB

Sasar Pekon Sukamaju dan Lombok KKN UGM Bawa Misi Kedaulatan Pangan ke Lampung Barat

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:40 WIB

Aparat dan Warga Pekon Lumbok Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan Way Pala

Berita Terbaru