Lampung Barat-Cahayaselatan.com Sebuah kisah haru datang dari Tanah Suci Makkah. Sebuah video yang diunggah oleh salah satu jamaah umrah baru-baru ini viral dan mengundang haru. Dalam rekaman itu terlihat Riza, pemuda asal Pekon Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, dengan penuh semangat menggendong ibunya menyusuri padatnya jamaah di sekitar Ka’bah, menye lesaikan ibadah tawaf hingga tuntas.
Riza, seorang pemuda asal Pekon Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sorotan karena wujud baktinya kepada ibunda tercinta. Bersama sang ibu, ia berangkat ke Makkah Satu minggu yang lalu, melalui Mifaq Tour & Travel untuk menunaikan ibadah umrah.
Di tengah lautan jamaah yang sedang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah, Riza memperlihatkan pemandangan yang begitu menyentuh: ia menggendong ibunya di punggung agar tetap bisa menyem purnakan ibadah tawaf. Ibunya yang sudah sepuh tidak lagi kuat berjalan jauh, namun berkat kasih sayang seorang anak, ibadah itu tetap terlaksana dengan penuh keagungan.
Bakti Anak Sepanjang Hayat
Bagi Riza, menggendong ibunya bukanlah beban, melainkan sebuah kehormatan.
“Dulu ibu menggendong saya sejak kecil, sekarang giliran saya yang menggendong beliau,” begitu yang tercermin dari sikap tulusnya.
Dengan peluh yang menetes dan langkah yang mantap, ia menyelesaikan tujuh putaran tawaf. Setiap langkahnya bukan sekadar gerakan fisik, melainkan doa yang dipersembahkan untuk ibunya.
Menginspirasi Banyak Orang
Pemandangan Riza membuat banyak jamaah terharu. Di tengah hiruk pikuk umrah, ia menjadi pengingat bahwa keridaan Allah ada pada keridaan orang tua, dan surga berada di bawah telapak kaki ibu.
Tindakannya yang sederhana namun penuh makna ini menjadi teladan bagi siapa pun: cinta dan hormat kepada orang tua adalah ibadah terbesar, yang nilainya melebihi harta dan pangkat.
Teladan dari Lumbok Seminung
Kisah Riza dan ibunya dari Pekon Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, kini menjadi inspirasi. Dengan penuh cinta ia membuktikan bahwa pengorbanan seorang anak kepada ibu adalah ibadah yang tak pernah lekang waktu.
Di hadapan Ka’bah, Riza tidak hanya menggendong ibunya, tetapi juga menggendong doa, restu, dan cinta yang akan terus menyertai langkah hidupnya. (Reko)

















