Jakarta_cahayaselatan.com
Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, baru-baru ini memimpin pemusnahan 2,1 ton dari 214,84 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan. Pemusnahan ini merupakan hasil pengungkapan Polri selama satu tahun terakhir.
*Komitmen Polri dalam Menangani Narkoba*
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, (tautan tidak tersedia), melaporkan bahwa Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba dengan 65.572 tersangka. Berbagai jenis narkotika disita, termasuk ganja, sabu, ekstasi, dan heroin. Polri juga telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba dan berhasil mentransformasi 118 di antaranya menjadi Kampung Bebas dari Narkoba.
*Upaya Menuju Indonesia Emas 2045*
Langkah ini bagian dari upaya menciptakan Indonesia Emas 2045 yang sehat dan bebas narkotika. Presiden Prabowo menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama semua pihak dalam menangani masalah narkoba. “Kita harus terus berjuang untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
*Pencapaian Polri dalam Menangani Narkoba*
Polri telah menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah narkoba dengan mengungkap kasus-kasus besar dan memusnahkan barang bukti narkoba. Pemusnahan narkoba senilai Rp29,37 triliun ini merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas narkoba.
*Masyarakat Diminta untuk Berpartisipasi*
Polri juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melaporkan kegiatan yang mencurigakan. Dengan kerja sama antara Polri dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua orang.
*Menuju Indonesia Bebas Narkoba*
Pemusnahan narkoba ini merupakan langkah penting dalam upaya menciptakan Indonesia bebas narkoba. Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang sehat dan bebas dari narkoba.(red)

















