Bupati Lampung Barat : Kepala Sekolah Harus Menjadi Contoh Disiplin itu Dimulai Dari pimpinan

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat-Cahayaselatan.com Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama staf jajaran saat menggelar rapat koordinasi Pendidikan Tahun 2026, Rapat koordinasi yang dihadiri kepala OPD, camat, serta kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab setempat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmen memperkuat kualitas pendidikan melalui sinergi lintas sektor. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat memimpin Rapat Koordinasi Pendidikan Tahun 2026, di Aula Kagungan Rabu (14/1/2026).

Rapat koordinasi yang dihadiri kepala OPD, camat, serta kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat itu menjadi forum strategis menyatukan langkah meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Bupati Parosil menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum, tetapi juga oleh keteladanan para pimpinan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah memegang peran sentral dalam membangun budaya disiplin.

“Kepala sekolah harus menjadi contoh. Disiplin itu dimulai dari pimpinan. Kalau kepala sekolah datang pagi dan menyambut siswa, itu memberi pesan kuat tentang kepedulian dan tanggung jawab,” ujar Parosil.

Ia menilai kehadiran kepala sekolah di pagi hari bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol pengawasan dan pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim sekolah yang lebih tertib dan humanis.

Selain kedisiplinan, Parosil juga menyoroti pentingnya penguatan budaya literasi. Ia meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merancang program kunjungan sekolah ke perpustakaan daerah sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas.

“Literasi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Kita dorong anak-anak datang ke perpustakaan, membaca, dan menjadikan literasi sebagai kebiasaan,” kata Parosil.

Optimalisasi pojok baca di setiap sekolah juga menjadi perhatian. Bupati menegaskan fasilitas literasi harus benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya sebagai pajangan, demi meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Lampung Barat.

Di bidang kesehatan, Parosil menekankan peran puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui optimalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). “Sekolah harus menjadi tempat yang bersih, sehat, dan aman. Kesehatan fisik dan mental anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Penguatan program gizi anak juga disebut sebagai langkah penting untuk mendukung penurunan angka stunting. Menurut Parosil, pemenuhan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas belajar siswa.

Dalam aspek tata kelola wilayah, Bupati meminta kepala sekolah menjalin koordinasi yang aktif dengan pihak kecamatan. Ia menilai dukungan kecamatan sangat dibutuhkan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.

“Saya ingin sekolah menjadi ruang lahirnya inovasi. Kalau perlu dilombakan, satu sekolah satu inovasi. Saya ingin melihat penemu-penemu muda lahir dari Bumi Sekala Brak ini,” kata Parosil.

Dalam menghadapi potensi bencana, Bupati menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana di sekolah melalui peran BPBD. Sekolah diminta memiliki jalur evakuasi serta rutin melakukan simulasi kebencanaan.

Sementara itu, penguatan karakter peduli lingkungan didorong melalui sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Parosil meminta sekolah aktif mengedukasi siswa tentang pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Anak-anak harus terbiasa memegang tanah, menanam, dan menjaga lingkungan, bukan hanya memegang gawai,” ujarnya.

Di sektor perlindungan sosial, Parosil meminta Dinas Sosial bersinergi dengan sekolah untuk memvalidasi data siswa kurang mampu serta memastikan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar tepat sasaran dan cair tepat waktu.

Perlindungan anak juga menjadi perhatian serius. Melalui peran Dinas PPKB–PPA, Bupati menegaskan sekolah harus menjadi ruang aman yang bebas dari perundungan dan diskriminasi.

“Jangan menunggu kasus terjadi. Lakukan pencegahan sejak dini. Jika ada kasus, pastikan pemulihan korban dilakukan secara tuntas dan rahasia mereka dijaga,” tegas Parosil.

Menutup arahannya, Parosil meminta Disdukcapil mendukung sektor pendidikan melalui integrasi data administrasi siswa dan menghadirkan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.

“Kita pastikan hak dasar anak-anak terpenuhi, termasuk administrasi kependudukan, karena itu juga bagian dari pelayanan pendidikan,” pungkasnya.(Reko)

Berita Terkait

Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun
Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Polres Pesibar Tangkap Pria Pelaku Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas
Sasar Pekon Sukamaju dan Lombok KKN UGM Bawa Misi Kedaulatan Pangan ke Lampung Barat
Aparat dan Warga Pekon Lumbok Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan Way Pala
Dari Alam ke Pertanian, Pesona Lumbok Seminung Masuk Layar Trans7
Sebagian Masyarakat Lumbok Seminung Kembangkan Budidaya Kakao, Alpukat dan Pisang
Bupati Parosil Lepas Keberangkatan 207 Jamaah Calon Haji Dari Lampung Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:45 WIB

Warga Desa Tanjung Baru Bahagia, Jalan Penghubung Tiga Dusun di Warkuk Selatan Akhirnya Dibangun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:15 WIB

Diatas Bukit yang Indah SD Negeri Suka Banjar 2 Ujung Rembun Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 29 Juni 2026 - 05:26 WIB

Polres Pesibar Tangkap Pria Pelaku Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:06 WIB

Sasar Pekon Sukamaju dan Lombok KKN UGM Bawa Misi Kedaulatan Pangan ke Lampung Barat

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:40 WIB

Aparat dan Warga Pekon Lumbok Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggir Jalan Way Pala

Berita Terbaru