Hiburan Jaranan Semakin Di Minati Masyarakat

Kamis, 19 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMPANG – Kesenian kuda lumping ataupun yang lebih di kenal kalangan masyarakat luas yakni kuda kepang sampai sejauh ini masih di minati oleh sebagian warga yang akan mengadakan hajatan seperti pernikahan ataupun khitanan.

Alasan masyarakat masih menggunakan jasa penari kuda lumping untuk menghibur tamu undangan yang datang tersebut yang mana selain biayanya sedikit murah bila di bandingkan menggunkan orgen tunggal dan hiburan lainnya. Di sisin lainnya dengan adanya kuda luping di setiap adanya persedekahan selalu ramai di kunjungi oleh masyarakat yang akan menyaksikan langsung atraksi para penari kuda lumping tersebut.

Masih banyaknya minat masyarakat untuk menggunakan jasa kuda lumping dalam menghibur para tamu undangan tersebut di benarkan oleh Senen yang merupakan salah satu pengurus kuda lumping yang ada di Kecamatan Simpang. “ Meskipun zaman sekarang telah moderen namun Alhamdulilah kesenaian kuda lumping masih banyak di mintai oleh warga untuk menghibur tamu undangan di suatu acara resespsi baik pernikahan ataupun sunatan. “ kata Senen.

Di katakan oleh Senen awalnya dirinya merasa pesimis bawasanya grup kuda lumping yang di pimpinnya tersebut masih akan di minati oleh masyarakat luas. Hal itu dikarnakan beberapa tahun yang silam kesenian kuda lumping ini hampir matu suri di wilayah Kecamatan Simpang ini. “ Dahulunya di bawah tahun 2005 kesenian kuda lumping ini memang sangat di minati oleh warga yang akan melakukan hajatan. Namun seiring semakin berkembangnya zaman sempat tidak ada warga yang mau menggunakan jasa kami. Makanya grup kami ini sempat vakum beberapa tahun. “ cerita Senen

Namun demikan sambung Senen guna tetap melestarikan kesenian kuda lumping agar kedepanya para generasi muda khususunya dari suku jawa tidak sampai lupa sehingga dirinya di awal tahun 2012 bersama sepuh jawa di Desa Simpangan kembali menghidupkan kesenian tradisonal tersebut. “ Tujuan utama kita menghidupkan kembali kesenian kuda lumping beberapa tahun yang silam khususnya di Kecamatan Simpang agar generasi muda khususnya dari suku jawa tidak lupa dengan kesenian dari nenek moyangnya. Namun seiringnya waktu Alhamdulilah sampai sejauh ini masyarakat baik dari suku jawa ataupun suku lainnya kembali memakai jasa kami untuk menghibur tamu undangan saat adanya suatu acara. “ cerita Senen.

Ditambahkan oleh Senen agar hiburan tradisional tersebut tetap eksis dan di minati oleh masyarakat sehingga di setiap kali tampil dirinya tidak mematok harga yang mahal. “ Disini sebetulnya kita tidak mencari uang mas. Tetapi lebih dari mempertahnkan kesenian kuda lumping ini agar sampai kapanpun masih tetap bertahan. Makanya setiap kali tampil kita dari pagi hingga sore hanya mematok harga di kisaran Rp 15.00.000 namun apa bila sampai malam harganya Rp 2.000.000. Ya kalau di hitung-hitung setiap pemain paling mendapatkan penghasilan Rp 30000 namun itulah tadi guna melesetarikan warisan orang tua kami ini tidak sampai mati makanya tetap kami jalani. Intinya di sini kami bukan mencari uang mas namun memang benar benar melestarikan kesenian ini saja.” Kata Senen saat di bincangi Koran ini.

Sementara itu Ali salah seorang warga yang tinggal di Desa Karang Agung mengungkapkan masih di minatinya kesenian kuda lumping tersebut dikaranakan selain biayanya terbilang murah juga penontonnya akan banyak. “ Memang di bawah tahun 2010 masyarakat seolah lupa dengan adanya kesenian kuda lumping ini dikarnakan telah banyaknya saran hiburan lainnya seperti orgen tunggal dan lain sebagainya. Namun saat dengan berbagai alasan masyarakat yang akan melasanakan hajatan beralih menggunakan kuda lumping ini untuk menghibur tamu undangan. “ katanya.

Apa lagi saat ini sambung Ali apa bila masyarakat tahu bawasanya ada kuda lumping yang main maka semakin siang masyarakat akan rami datang untuk menonton. “ Karna daya tarik dari pertunjukan kuda lumping ini apa lagi saat pemainnya sedang kesurupan maka sangat ekstrim sekali. Itulah salah satu daya tariknya seperti makan beling di cambuk dan lain sebagainya. Terutamanya tidak akan ada orang yang membuat kerusuhan seperti pertunjukan orgen tunggal.” Ujar Ali.

Berita Terkait

Presiden Perintahkan BGN Mengkaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG
Komandan Denpom II/3 Lampung Kunjungi Subdenpom Persiapan Way Kanan, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota
Andie Dinialdie Bersama Bank Sumsel Babel Sumbang 2 Ekor Sapi Qurban untuk Masjid At Taqwa Pancur Pungah
Masjid At Taqwa Pancur Pungah Sembelih 17 Hewan Qurban, Jumlah Meningkat dari Tahun Lalu
Kolaborasi Pemkab dan DPRD, Tinjau Langsung Pondasi Tower, Pihak Perusahaan Siap Lakukan Perbaikan
5 Aksi PM dan 4 Komitmen PM Fondasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan di Lampung Barat
Sepeda Motor Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Tebing Gading Muaradua
Diduga Gunakan Narkoba Jenis Sabu Dua Orang Ditangkap Polres Pesisir Barat

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:49 WIB

Presiden Perintahkan BGN Mengkaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:38 WIB

Komandan Denpom II/3 Lampung Kunjungi Subdenpom Persiapan Way Kanan, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:39 WIB

Andie Dinialdie Bersama Bank Sumsel Babel Sumbang 2 Ekor Sapi Qurban untuk Masjid At Taqwa Pancur Pungah

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:29 WIB

Masjid At Taqwa Pancur Pungah Sembelih 17 Hewan Qurban, Jumlah Meningkat dari Tahun Lalu

Selasa, 7 April 2026 - 06:00 WIB

Kolaborasi Pemkab dan DPRD, Tinjau Langsung Pondasi Tower, Pihak Perusahaan Siap Lakukan Perbaikan

Berita Terbaru